Posted by Admin Kamis, Juni 23, 2011, under |

RIWAYAT HIDUP
PENGASUH PONDOK PESANTREN “MIFTAHUL QULUB”
TAWAR GONDANG MOJOKERTO



Nama : KH. AHMAD SYAMSUDDIN JANAWI
Tempat Tanggal Lahir : Mojokerto, 1942
Nama Istri : Nyai Hj. MAISYAROH
Nama Putra-putri : 1. Gus AHMAD IDRIS YAKHSA SYAMSUDDIN
2. Gus AHMAD SHOFA MAHDI SYAMSUDDIN
3. Gus AHMAD MUZAKKI ABROR SYAMSUDDIN
4. Gus AHMAD NADZIFUL MAROM SYAMSUDDIN
5. Gus AHMAD JAZULI MABRUR SYAMSUDDIN
6. Ning IHATHOTUN NURONIYAH SYAMSUDDIN
Pesantren yang pernah ditempati belajar : 1. Pondok Pesantren Sawahan Mojosari Mojokerto
Diasuh oleh : KH. BAHRI MAS’UD
2. Pondok Pesantren Mangunsari Pace Nganjuk
Diasuh oleh : KH. QOMARUDDIN
3. Pondok Pesantren Pulorejo Pungging Mojokerto
Diasuh oleh : KH. AHMAD NA’IM
Memimpin pesantren ini : Mulai tahun 1970 M.

Posted by Admin Kamis, Juni 23, 2011, under |

Visi :
Generasi beriman, bertaqwa, Istiqomah dan berakhlaqul karimah

Misi :
 Mencetak generasi yang beiman dan
bertaqwa kepada Alloh SWT.
 Mencetak generasi yang istiqomah
dan berakhlaqul karimah serta
bersahaja dalam menyebarkan ilmu
agama.

Posted by Admin Kamis, Juni 23, 2011, under |

PROFIL MIFTAHUL QULUB


Yayasan adalah suatu badan resmi untuk mengelola sesuatu, yayasan adalah suatu badan yang legal formal dalam mendirikan lembaga pendidikan, karena itulah keberadaan yayasan sangat diperlukan dalam pembentukan unit-unit pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Karena itulah Yayasan Pendidikan Maarif NU Miftahul Qulub Tawar dipandang perlu untuk memiliki Badan Hukum yang sah dan resmi untuk menyelenggarakan unit-unit pendidikan. Begitu pula keberadaan yayasan juga sangat diperlukan dalam pengembangan pendidikan agar tidak sekedar titip nama atau hanya menyangkut nama-nama seorang tokoh namun tidak satupun yang berfungsi dalam struktur kepengurusan yang dalam bahasa agama wujuduhu kaadamihi oleh YPM NU Miftahul Qulub berusaha untuk menghindari hal yang demikian, karena masih banyak generasi yang lebih siap untuk menjadi pengurus dari pada besarnya yayasan tidak diimbangi dengan besarnya fungsi dan tugas pengurus atau sebaliknya.

Dari sini YPM NU Miftahul Qulub Tawar memandang sangat perlu serta mengupayakan keberadaan yayasan juga keberadaan fungsi dan tugas pengurus yayasan. Begitu pula dengan satuan kerja pengurus yayasan yang membidangi masing-masing pekerjaan yayasan dituntut untuk berperan aktif dalam melaksanakan tugas, meluangkan waktunya demi keberadaan sebuah perjuangan walaupun semua ini tidak ada honor yang resmi namun semua dituntut pertanggungjawaban dari masingmasing tugas. Semua ini semata-amata peningkatan khidmah kepada yayasan juga berkhidmah kepada Hadrotussyaikh Kiai Istadz Janawi Allohumma ighfirlah yang telah merintis madrasah ini sejak tahun 1947 M.

Pada hari Senin tanggal 30 Juli tahun 2001 M. H Hasan Bisri dan Abdul Aziz menghadap Raden Soehartedjo SH. Notaris Mojokerto Untuk mendapatkan Akta Notaris dalam pendirian Yayasan yang diberi nama Yayasan Pendidikan Ma'arif NU Miftahul Qulub yang beralamat di Desa Tawar Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Kemudian mendapatkan pengesahan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto pada hari Selasa tanggal 31 Juli tahun 2001 M. atas nama Panitera Pengadilan Negeri Mojokerto NY. YULIANA RUKMIATI, SH.

Adapun Susunan Pengurus pertama yang tercantum dalam Akta Notaris adalah sebagai berikut:
1. H. Hasan Bisri sebagai Ketua
2. H.Abduljalal sebagaiWakil Ketua
3. AbdulAziz sebagaiSekretaris
4. H. Sudjak sebagai Bendahara

Sesuai dengan Akta Yayasan Miftahul Qulub ini menyelenggarakan Pendidikan baik Formal maupun Non Formal. Yang Formal adalah:

1. Roudlotul Athfal (RA)
2. Madrasah Ibtida'iyah (MI)
3. Madrasah Tsanawiyah (MTs)
4. MadrasahAliah (MA)
5. Perguruan Tinggi (PT)
6. Kursus-kursus
7. Pelayanan kesehatan Masyarakat

Adapun Pendidikan Non Formal didalamYayasan ini adalah:

1. Pondok Pesantren / Madrasah Salafiyah
2. Taman PendidikanAI Qur'an

Dengan terbitnya Akta Notaris ini maka seluruh Pendidikan baik Formal Maupun Non Formal yang menggunakan nama Miftahul Qulub otomatis berbadan Hukum di bawah naungan YPM NU Miftahul Qulub Tawar.

Eksistensi, perkembangan dan kemajuan Mitahul Qulub ini tentu tidak terlepas dari harapan, do'a dan barokah Kiai Istad Djanawi karena beliau yang mengawali sehingga Mitahul Qulub baik pesantren atau lembaga formalnya selalu diizinkan Allah untuk berkembang dan memiliki generasi-generasi penerus yang mumpuni untuk melanjutkan dan memajukan perjuangan yang beliau rintis sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman.




PONDOK PESANTREN “MIFTAHUL QULUB”
TAWAR KEC. GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO

• Nama Pondok Pesantren : Pondok Pesantren “MIFTAHUL QULUB”
• Nomor Statistik Pesantren (NSP) : 111235160015
• Alamat Pesantren : Jl. Masjid Imdadulloh desa Tawar Kec. Gondang Kab.
Mojokerto Provinsi Jawa Timur
• Kode Pos : 61372
• Telepon : 0321 – 6277775
• Luas tanah : + 4.045 m2
(1.010 m2 bersertifikat/3.035 dalam proses sertifikat)
• Tahun Berdiri : 1383 H. / 1963 M.
• Tipe Pesantren : Salafiyyah
• Nama Pengasuh : KH. AHMAD SYAMSUDDIN JANAWI
• Lokasi Madrasah : Pedesaan
• Jarak ke pusat kecamatan : + 4 km.
• Jarak ke pusat Kabupaten : + 21 km.
• Jarak ke pusat provinsi : + 45 km.
• Organisasi Penyelenggara : Yayasan Pendidikan Ma’arif NU ”Miftahul Qulub”

Posted by Admin Rabu, Juni 08, 2011, under |

DAFTAR NAMA GURU
MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL QULUB






Nama : Aan Eko K.U S.H S.Pd.I

Alamat : Mojokerto

Guru : Al Qur'an dan Hadist





Nama : Hadi Mas ud,A.Md

Alamat : Ketegan karangkuten Gondang Mojokerto

Guru : TIK





Nama : Juris Fitriana S.Pd.I

Alamat : Pohjejer Gondang Mojokerto

Guru : Aqidah Akhlak





Nama : Laili Nur Hidayah, SPd

Alamat : Mojokerto

Guru : Fisika





Nama : Engkin Suwandana S.Pd

Alamat : Mojokerto

Guru : Bahasa Indonesia dan Seni Budaya





Nama : Iklil Syaifulloh S.Pd

Alamat : Mojokerto

Guru : Bahasa Inggris





berikutnya ==>

Posted by Admin Rabu, Juni 08, 2011, under |

DAFTAR NAMA GURU
MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL QULUB






Nama : H. Agus Tiono S.Pd

Alamat : Kedungmulang Surodinawan Mojokerto

Guru : Kepala MA





Nama : H.A.Nur Farid S.Ag

Alamat : Jambon Gondang Mojokerto

Guru : Fiqih





Nama : Abd. Aziz

Alamat : Klagen Tawar Gondang Mojokerto

Guru : Fiqih dan Aswaja





Nama : Hamim Thohari

Alamat : Tawar Gondang Mojokerto

Guru : Bahasa Arab





Nama : A. Umar Faruq

Alamat : Tawar Gondang Mojokerto

Guru : PKn





Nama : Sutono S.Pd

Alamat : Bening Gondang Mojokerto

Guru : Biologi





berikutnya ==>

Posted by Admin Rabu, Juni 08, 2011, under |

DAFTAR NAMA GURU
MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL QULUB






Nama : Nur Cahyo

Alamat : Mojokerto

Guru : Bimbingan Konseling





Nama : Imam Ghozali S.Pd M.Pd.I

Alamat : Gondang Mojokerto

Guru : Bahasa Inggris





Nama : Suwarno S.Pd

Alamat : Mojokerto

Guru : PENJAS





Nama : M. Zainal Abidin S.T.

Alamat : Mojokerto

Guru : Fisika dan Kimia





Nama : Abd. Halim S.Pd.I

Alamat : Mojokerto

Guru : Sejarah dan Geografi





Nama : Moch. Cholil S.S

Alamat : Mojokerto

Guru : Bahasa Indonesia





berikutnya ==>

BAHTSUL MASAA’IL

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under | No comments

Soal
a. Bagaimana pengertian Salam Mu’ajal itu !
b. Bagaimana pengertian dari Ro’sul Mal itu !

BAHTSUL MASAA’IL

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under | 1 comment

Sekarang banyak Musholla atau Masjid yang menyediakan tempat wudlu berbentuk “kran” sehingga kepastian air kurang terkontrol, karenanya bisa jadi ada seseorang berwudlu belum selesai ia sudah kehabisan air sehingga ia harus meneruskan wudlunya ke tempat lain dengan jarak ± 100 meter.

Soal
Bagaimana hukumnya melaksanakan wudlu dengan cara dicicil dari tempat satu ke tampat yang lain yang jauh jaraknya ± 100 meter !

Pendirian Yayasan

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under |

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA
PONDOK PESANTREN “MIFTAHUL QULUB”
TAWAR GONDANG MOJOKERTO


Pada sekitar tahun 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka, kondisi keamanan sudah mulai kondusif, Kyai Istad Janawi mulai merintis lembaga pendidikan berupa madrasah yang sebagian besar mata pelajarannya adalah kitab-kitab diniyyah. Lembaga ini sebagai cikal bakal berdirinya Yayasan Pendidikan Ma’arif NU “Miftahul Qulub”. Sebelum mendirikan madrasah, terlebih dahulu beliau mengkader beberapa orang keluarga dan muridnya. Mereka disekolahkan dengan harapan nantinya menjadi tenaga pengajar di madrasah dan pesantren yang akan beliau dirikan. Hal ini karena beliau mempunyai rencana jangka panjang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan .
Beberapa orang yang sengaja dikader untuk membantu perjuangannya adalah :

1. Adik ipar beliau yang bernama Ahmad Ma’inah yang terkenal dengan panggilan Man Amat
2. Imam Syafi’i (modin Klagen-Tawar) merupakan salah satu muridnya
3. Sulaiman Afandi putra ke-2 beliau.

Mereka disekolahkan di desa Jatirejo karena pada saat itu sudah berdiri lembaga pendidikan formal yang bernama Sekolah Rakyat NU (SR-NU) yang sekarang menjadi Madrasah Ibtidaiyah Jatirejo.
Manusia hanya bisa merencanakan, tetapi Tuhanlah yang menentukan. Sebelum cita-cita luhur beliau terwujud, yaitu berdirinya sebuah pesantren, beliau dipanggil oleh sang Khaliq, meninggalkan semua kerabat dan masyarakat untuk selamanya, padahal semua sudah dipersiapkan mulai dari kader hingga sebagian bahan material untuk pembangunan pesantrennya.
Sepeninggal Kyai Istad Janawi, para generasi penerus beliau tidak patah semangat. Untuk mewujudkan cita-cita sang guru, pada tahun 1963 M. dengan diprakarsai oleh H. Abdul Syukur (Polo Ka’in) yang merupakan murid Kyai Istad yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun Tawar mengajak masyarakat untuk membuatkan bangunan dari gedhek (anyaman bambu) berupa dua kamar untuk menyambut Gus Syamsuddin putra ke-10 Kyai Istad yang masih di pesantren jika suatu saat pulang kampung, dengan harapan apa yang sudah dicita-citakan sang guru mendirikan pesantren dapat terwujud.
Tahun 1963 M. itulah dijadikan tahun berdirinya Pondok Pesantren Miftahul Qulub Tawar Kec. Gondang Kab. Mojokerto.

berdirinya MA (Madrasah Aliyah)

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under |

Berdirinya Madrasah Aliyah Miftahul Qulub tidak lepas dari kesadaran dan perhatiannya keluarga besar Kiai Istad Djanawi dalam mendukung pemerintah untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa meski saat itu sempat terjadi pro kontra tentang berdirinya Madrasah Aliyah, hal ini karena merasa belum saatnya didirikan sekolah lanjutan tingkatAliyah, apalagi sampai harus mempersiapkan tenaga pengajaryang dianggap sulit, dan yang paling vital adalah belum adanya infrastruktur berupa gedung sekolah yang memadai, namun berangkat dari semangat yang tinggi persyaratan-persyaratan penunjang berupa infrastrukur yang kurang memadai dan dianggap sulit mewujudkan tidak menjadi penghalang untuk meneruskan cita-cita luhur tersebut. Sehingga dengan semangat tersebut semua persyaratan itu bisa dipenuhi.

Kemudian tepatnya tanggal 10 Juni 1993 pihak Pengurus mengadakan rapat yang tujuannya melanjutkan tujuan mendirikan Madrasah Aliyah (MA) yang dihadiri oleh beberapa pihak yang tujuannya mensukseskan tujuan berdirinya Madrasah Aliayah, diantara yang datang pada rapat tersebut dari kalangan DIKBUD (Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan) saat ini DIKNAS adalah Drs. Muhammad Abduh (Sumengko), dari anggota DPRD Kabupaten Mojokerto adalah Drs. Dwi Sukoharyono serta guru dari S MAN Go ndang adalah Muhammad Sholeh Spd. (Ploso Jombang) dan sebagian guru MTS setempat. Kemudian rapat tersebut sepakat memutuskan berdirinya Madrasah Aliyah, dan sesuai kesepakatan Pengurus Madrasah Aliyah tersebut diberi nama MA Miftahul Qulub, pada tahun itu juga dibuka pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 1993-1994 M. Adapun selaku pimpinan dan tenaga pengajarnya saat itu antara lain adalah:

1. H Abdul Jalal (selaku Kepala MA)
2. Abdul Aziz (selakuWakil Kepala)
3. Drs. Muhammad Abduh
4. Drs. Dwi Sukoharyono
5. Abdul Kholid S Ag. (Pugeran)
6. Muhammad Sholeh Spd.
7. H. Hasan Bisri. Dll.

Perjalanan lembaga baru MA tidak jauh beda dengan perjalanan MTs pada tahun 1983 M, saat dibuka pendaftaran siswa baru hanya mendapatkan sekitar 30 siswa yang sebagian besar berasal dari lulusan MTs setempat. Bahkan sejak Madrasah Aliyah berdiri lembaga baru ini tidak mempunyai ruang belajar sendiri termasuk keuangan sebagai biaya operasional sekolah serta honor guru, hal ini juga pernah terjadi pada awal-awal berdirinya MTs. Melihat kondisi demikian para pengurus berupaya mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi tersebut, sehingga muncul gagasan untuk biaya operasional hendaknya disubsidi dari Mts, namun karena semangatnya Dewan Guru sehingga banyak Guru yang ikhlas tidak mau menerima honor untuk sementara waktu. Bahkan para guru dari luar pada awalnya tidak mau menerima honor tersebut walaupun akhirnya menerima namun honor tersebut dibuat beli kapur dan kertas yang tujuannya demi kepentingan Madrasah Aliyah itu sendiri.

Dari pertama berdiri Madrasah Aliyah Miftahul Qulub belum pernah mengadakan EBTANAS sendiri, bahkan sampai tahun 1996 masih bergabung dengan MAN Mojokerto dan saat itu siswa yang mengikuti EBTANAS sebanyak 20 siswa dan Alhamdulillah semua lulus sesuai harapan. Kemudian pada tahun ajaran 1997-1998 Madrasah Aliyah ini dipercaya untuk melaksanakan EBTANAS di sekolahnya sendiri itupun dengan kelulusan yang membanggakan sampai saat ini.

berdirinya MTs (Madrasah Tsanawiyah)

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under |

Berdirinya sekolah MTs berawal dari kepedulian dan sifat militansinya para dewan guru dalam memajukan pendidikan di lingkungan pesantren. Adalah H. Abdul Jalal (Tokoh Masyarakat), H. Hasan Bisri (Menantu KH Sulaiman Afandi) dan Abdul Aziz (Putra Kiai Imam SyafI'i) ketiga guru tersebut yang mula-mula mempunyai gagasan mengenai berdirinya MTs. Gagasan tersebut tidak dibiarkan hanya sekedar gagasan tapi mereka mempunyai keinginan yang kuat untuk mewujudkan pendidikan tingkat lanjutan setelah MI, dengan persiapan argument-argumen yang matang dan terencana serta mencari momen yang tepat kemudian gagasan tersebut dikomunikasikan (sowan) kepada KH. Afandi dan KH. Syamsuddin (Gus Syam) sebagai dewan penerus Kiai Istad, karena kedua Kiai tersebut memang sangat peduli dengan dunia pendidikan, gagasan tersebutpun tidak dipersulit alias direstui, bahkan demi suksesnya pendirian MTs ini semua santri Pondok Pesantren Miftahul Qolbi (saat ini Miftahul Qulub) pada mulanya diwajibkan mengikuti kegiatan belajar di MTs ini sehingga tidak terjadi kekosongan kelas pada tahun-tahun pertama.

Setelah gagasan itu direstui, kesempatan mendirikan MTs inipun tidak disia-siakan dengan gerak cepat disiapkanlah beberapa infrastruktur mulai mempersiapkan perlengkapan administrasi sampai melobi para guru dari SMPI Dinoyo agar bersedia meluangkan sebagian waktunya untuk menj adi tenaga pengaj ar di MTs Tawar yang akan didirikan.

Dengan izin Allah tepat pada Tanggal 6 Juni tahun 1983 Madrasah Tsanawiyah Miftahul Qulub berdiri dan diresmikan KH. Ahmad Syamsuddin beserta jajaran dewan guru, para Kiai sertatokoh masyarakat, pada tahun ajaran yang pertama tercatat sebanyak ~^4 anak yang terdaftar sebagai siswa lembaga ini. Adapun siswa MTs yang pertama kali antara lain:

1. Nur Muhammad (santri pondok asal Mojokarang Dlanggu)
2. Parman (santri pondok asal Made Pacet)
3. Syuhada' (santri pondok asal Mojolebak Kutorejo)


Sebagai lembaga pendidikan formal yang berada dilingkungan pondok pesantren maka ciri khas kepesantrenan tidak boleh dihilangkan mulai dari pakaian yang laki-laki diwajibkan pakai celana panjang, baju sopan dan memakai kopyah sedangkan yang perempuan juga harus memakai jilbab. Demikian juga dengan mata pelajaran harus sinergi antara pelajaran agama dan umum sehingga menskipun MTs sebagai lembaga pendidikan formal namun materi kitab kuning tetap dimasukkan di antaranya adalah kitab Ajurumiyah (kitab mempelajari gramatika arab) dan Ta'lim (kitab mempelajari mengenai akhlaq seorang siswa) serta kitab-kitab lain, hal ini karena keberadaan MTs Miftahul Qulub mempunyai ikatan emosional dengan pesantren Miftahul Qolbi (sekarang Miftahul Qulub) di bawah asuhan KH Ahmad Syamsuddin. Akhirnya sesuai kesepakatan keluarga kedua nama lembaga tersebut digabung menjadi satu dengan nama Miftahul Qulub. Pada saat itu selaku sebagai kepala sekolah di jabat oleh H. Abdul Jalal sedangkan dewan Guru di antaranya adalah:

1. KH. Mashul Isma'il (Kemasantani Gondang)
2. H Abdul Jalal (Urung urung Bening)
3. H Hasan Bisri (Menantu Kiai Afandi)
4. Bapak Sugiantoro (Jetis Sumberagung)
5. BapakGhufron (Dinoyo Jatirejo)
6. Kiai Abdul Salam (Putra bapak Karim)
7. Abdul Aziz (Putra Kiai Imam Syafi'i)

Perjalanan lembaga baru ini meski bisa dibilang lancar tapi bukan berarti tanpa ada kendala, pada tahun pertama kendala yang dialami adalah mengenai pendanaan untuk biaya operasional termasuk untuk honor guru yang telah didatangkan dari sekolah lain, hal ini wajar karena saat itu hanya mengandalkan pemasukan keuangan dari SPP 24 siswa yang nominalnya tidak terlalu besar. Meski mengalami masalah dana namun tidak sampai menyurutkan semangat untuk menjaga eksistensi lembaga MTs tersebut. Akhirnya dengan pendapat yang cemerlang dari Bapak H. Hasan Bisri berupa dilakukannya subsidi silang dengan MI dengan cara mengalihkan saldo keuangan MI untuk mendukung kebutuhan financial MTs untuk memberi honor para guru yang didatangkan dari luar sementara para guru yang masih kerabat dengan ikhlas tidak me ndap atkan honor. Dan karena belu m mepu nyai gedung sekol ah sendiri maka kegiatan belajar mengajarpun gedungnya bergantian dengan MI, yang MI masuk pagi sementara yang MTs masuk siang.

berdirinya Raudlotil Athfal

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under |

Sebenarnya berdirinya TK (sekarang RA) ini jauh setelah adanya MI, hal tersebut karena saat itu mungkin belum terfikirkan untuk mendirikan pendidikan TK untuk lebih menyiapkan anak didik sebelum masuk MI.

Hingga suatu saat kepemimpinan pengelola'an Madrasah Ibtida'iyah diserahkan kepada H Abdul Syukur (Bpk Ka'in Kepala Dusun Tawar) dan Bapak Sami'an (Kepala Dusun Klagen) oleh KH Sulaiman Afandi yang memang saat itu beliau di sibukkan dengan padatnya kegiatan yang menyebabkan kurang bisa kosentrasi dalam mengelola madrasah (MI), disamping harus memimpin Jama'ah Thariqah beliau juga di sibukkan dengan banyaknya para tamu yang datang ke rumahnya sementara sebagai seorang Kiai beliau harus Ikromuddluyuuf (mnghormati para tamu) karena pada sa'at itu tamu yang Sowan (berkunjung) kepada beliau memang sangat banyak, dengan berbagai macam tujuan termasuk mengharap barokah Do'a kepada beliau atau bertujuan minta solusi menyelesaikan permasalahan mereka bahkan penyembuhan penyakit dan lain lain.

Kemudian muncul gagasan dari H Abdul Syukur yang saat itu sebagai kepala Dusun dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap pentingnya sebuah pendidikan dini di MI Mitahul Qulub, gagasan inipun akhirnya direspon dengan baik oleh keluarga besar Kiai Istad hingga pada tahun 1965 M. berdirilah TK sebagai embrio pendidikan paling dasar di lembaga tersebut, tahun pertama berdiri masih tercatat siswa sebanyak 30 anak dan kegiatan belajar mengajar bertempat di pendopo rumahnya H Abdul Syukur berjalan kurang lebih tiga tahun. Pada saat itu selaku dewan pendidikTKadalah:

1. KH. Ahmad Salam (Menantu H Abdul Syukur)
2. Ibu Mintarsih (Pehngaron)
3. Ibu Sutarti (Tlasih)

Untuk menambah fasilitas belajar kemudian hari H. Abdul Syukur bersama-sama masyarakat membangun ruang belajar sebanyak tiga ruang kelas untuk kegiatan belajar dan mengajar di sebelah selatan Balai Desa Tawar, dan tidak berselang lama gedung TK yang baru di bangun tersebut digunakan kegiatan belajar siswa MI kemudian kegiatan belajar untuk siswa TK dipindah lagi ke gedung madrasah sebelah timur masjid, hingga pada tahun 1983 M. kegiatan belajar mengajar antara anak TK dan siswa MI yang terpisah kemudian dikumpulkan menjadi satu lingkungan seperti saat ini dan menjadi Raudlotil Athfal (RA) Miftahul Qulub.

Awal berdirinya Madrasah Ibtidaiyyah

Posted by Admin Minggu, Juni 05, 2011, under |

Sebelum sekolah formal Mifathul Qulub berdiri, Kiai Istad Djanawi terlebih dahulu mendirikan madrasah setelah 28 tahun tinggal di Desa Tawar bertepatan hari Jum'at legi tanggal 22 Agustus 1947 M. / 05 Syawal 1366 H. yang mana materi pelajarannya didominasi kurikulum pendidikan agama yang berbasis pada kitab kitab kuning (salaf), sementara tempat kegiatan belajar mengajar masih di tempat seadanya karena belum tersedianya infrastruktur yang layak atau memadai, sehingga kegiatannya sebagian di tempatkan di serambi masjid dan sebagian yang lain ditempatkan di rumah beliau. Diantara para tenaga pengajar pada awal berdirinya Madrasah ini adalah:


1. Kiai ahmad Ma'in (Tawar)
2. Kiai Imam Syafi'I (Klagen)
3. BapakNgatiran(Tawar)

Seiring dengan perjalanan waktu sekitar enam tahun kemudian tepatnya pada tahun 1953 M. Kiai Istad membangun gedung madrasah tiga lokal disebelah timur masjid dengan biaya sendiri bentuknya masih semi permanen karena bawahnya berupa bangunan tembok namun atasnya terbuat dari anyaman bambu (gedhek). Kemudian dengan semakin banyakynya anak didik yang belajar di madrasah ini sedangkan Kiai Istad merasa sudah terlalu tua untuk mengelolanya, selanjutnya tongkat kepemimpinan pengelolaan madrasah diambil alih putra kedua beliau yang bernama Sulaiman Afandi yang memang sudah dipandang mumpuni untuk melanjutkan tongkat estavet pengelola'an Madrasah.

Madrasah ini di bawah kepemimpinan Kiai Afandi secara kwantitas mengalami kemajuan, sekitar tahun 1955 M. beliau membuat terobosanterobosan baru sesuai dengan kebutuhan anak didik dan tuntutan perkembangan zaman. Madrasah yang selama ini dominan mempelajari dan mengkaji ilmu agama yang banyak berbasis pada kitab-kitab salaf kini diberi tambahan pelajaran umum berupa bahasa Indonesia, berhitung dan ilmu alam dengan mendatangkan guru-guru umum dari luar Tawar, meski demikian materi pelajarannya masih didominasi pelajaran agama.

Tahun demi tahun madrasah ini berusaha menjadi lembaga yang bisa dibanggakan, namun yang namanya perjuangan selalu banyak rintangan dan coba'an sehingga kegiatan belajar mengajar mengalami pasang surut, berkat semangat yang konsisten dari Kiai Afandi salah satu putra Kiai Istad bersama dewan guru yang sangat peduli terhadap pendidikan keberadaan madrasah ini bisa diselamatkan dari semua keterpurukan, bahkan mengalami kemajuan sehingga pada tanggal 1 April tahun 1960 M. madrasah ini mendapat pengakuan dari Pemerintah untuk mengelola Pendidikan Dasar dilingkungan Departemen Agama RI. sesuai dengan Undang-undang pendidikan dan pengajaran nomor 12 tahun 1954 dan dinyatakan sebagai sekolah agama dan bernama Madrasah Ibtida'iyah Miftahul Qulub. Dan tidak lama kemudian mendapatkan Guru Dinas dari Kantor Departemen Agama Kabupaten Mojokerto yang bernama Kiai Khotib Afandi bahkan akhirnya guru tersebut menikah dengan putrid terakhir (bungsu) kiai Istad Djanawi. Adapun tenaga pengajar pada awal perkembangan Madrasah Ibtida'iyah ini antara lain adalah:

1. KH. SulaimanAfandi (Putra Kiai Istad)
2. Bapak Umar (Nganjuk) Kiai Uzair (Menantu)
3. Kiai KhothibAfandi (Menantu)
4. Bapak Samin (Sukomangu)

Di tengah kondisi madrasah mulai stabil, muncul lagi rintangan yang seharusnyatidakbolehterjadi, hal ini disebabkan adanyapersaingan dua lembaga pendidikan antara MI (Madrasah Ibtidaiyah ) dan SR (Sekolah Rakyat) sekarang SD yang waktu itu berada di Dusun Tlasih. Pada saat itu para pamong (perangkat) desa Tawar membuat tekanan dengan cara menakut-nakuti masyarakat kalau sampai anaknya tidak di sekolahkan ke sekolah SR maka diancam akan dilaporkan ke sinderan (kecamatan). Namun hal itu tidak membuat pengelola Madrasah yang dipimpin Kiai Afandi menjadi gentar bahkan semakin semangat untuk memajukan Madrasah, sehingga Madrasah ini lambat laun menapaki kemajuannya dan menunjukkan eksistensinya sampai saat ini.

MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 3

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 5

3. MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 3

Selanjutnya, sepulang Syamsuddin muda dari berbagai pesantren pada tahun 1970 M barulah mulai banyak santri berdatangan, baik yang mondok atau yang ndodok. Bekal pengalaman mondok yang hampir sepuluh tahun di tiga pesantren (Sawahan Mojosari, Mangunsari Nganjuk, dan Pulorejo Pungging), Syamsuddin memiliki ciri kepemimpinan yang tegas sehingga menjadikan pesantren yang dibangun oleh swadaya masyarakat Tawar itu berkembang pesat dan Dua kamar yang tersedia pun tidak mencukupi lagi untuk dijadikan penginapan para santri.
Bukan berarti perjuangan Kyai Syamsuddin tidak ada kendala dan rintangan, bahkan banyak sekali kendala baik yang berupa perasaan atau fisik sehingga membuat Beliau hampir saja frustasi. Namun berkat barokah para guru Beliau dan Nasihat KH. Yahdi Mathlab Mojogeneng yang selalu tlaten menghiburnya, Beliau tetap sabar dan Ruhul jihadnya pun menjadi bergejolak kembali, apalagi Beliau selalu diingatkan oleh cita-cita luhur sang Romo untuk mendirikan pesantren.
Akhirnya, pesantren di bawah kepengasuhan Beliau ini memperbarui dan mengembangkan diri sampai seperti yang terlihat sekarang. Allohumma irdlo wa baarik wa irham 'ala hadza ribaath wa man intasaba ilaih. Amiiin.
SAKHOWAH:
 Hadrotussyaikh mendirikan masjid dan madrasah tidak minta sumbangan financial dari orang lain meski masih ada sebagian masyarakat dan murid yang memberikan sumbangsihnya tapi jumlahnya tidak banyak.
 Para murid thoriqoh yang menginap diberi sarapan pagi setiap hari Selasa dan Jum'at.
 Dan beliau terkenal sangat dermawan.
KAROMAH:
 Sewaktu Beliau masih di Curahmalang pernah ada Jin menawarkan jasa kepada Beliau, karena kekuatan niatnya untuk Ibadah kepada Alloh semata, Beliau tidak tergoda dengan tawaran tersebut. Kutipan dialog beliau dengan bangsa Jin adalah; Opo kuwe kepingin iso mabur…? Mandi…? Sakti…? Kemudian Beliau menyanggahnya dengan jawaban; Ora, Aku mung kepingin golek Ridlone Gusti.
 Waktu Beliau bermukim di desa Graji, pernah suatu ketika Beliau bermujahadah sambil duduk di atas buah kunyit, maka kunyit itu berubah menjadi emas.
 Menurut Nyai Yaumi, setiap malam waktu sahur terdapat suara petir yang membuat tidur Hadrotussyaikh terjaga untuk sholat Tahajjud.
 Beberapa sumber menceritakan, Beliau sering menyeberangi sungai Pikatan yang waktu itu sedang banjir besar.
 Dikisahkan suatu ketika Hadrotussyaikh bermunajat, terpancar bias teja (cahaya) yang keluar dari tubuhnya sehingga pancaran cahaya itu terlihat dari arah atas beliau bermunajat.
 Mbah Sahlan Krian dan Mbah Mukrim Prambon pernah ngendikan yang bentuk kata dan ma'nanya sama; "Ndik Mojokerto kedul ono Macane Agomo". (yang dimaksud adalah Hadrotussyaikh Mbah Kyai Istadz Djanawi).
Perkawinan Beliau dengan Mbah Nyai Yaumi dikaruniai 12 putra putri yang semuannya tertulis sesuai urutan kelahirannya di bawah ini;
1. Haidlor Ali (wafat masih kecil),
2. Sulaiman Afandi,
3. Khoirul Anam,
4. Riyadlul Badi'ah,
5. Muhajir,
6. Zainah (wafat masih kecil),
7. Mubayanah,
8. Musyarrofah,
9. Baidlowi (wafat masih kecil),
10. Ahmad Syamsuddin,
11. Isra'il (wafat masih kecil),
12. Nur Roihanah.
Selanjutnya ==>

MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 4

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 5

3. MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 4

Selanjutnya, sepulang Syamsuddin muda dari berbagai pesantren pada tahun 1970 M barulah mulai banyak santri berdatangan, baik yang mondok atau yang ndodok. Bekal pengalaman mondok yang hampir sepuluh tahun di tiga pesantren (Sawahan Mojosari, Mangunsari Nganjuk, dan Pulorejo Pungging), Syamsuddin memiliki ciri kepemimpinan yang tegas sehingga menjadikan pesantren yang dibangun oleh swadaya masyarakat Tawar itu berkembang pesat dan Dua kamar yang tersedia pun tidak mencukupi lagi untuk dijadikan penginapan para santri.
Bukan berarti perjuangan Kyai Syamsuddin tidak ada kendala dan rintangan, bahkan banyak sekali kendala baik yang berupa perasaan atau fisik sehingga membuat Beliau hampir saja frustasi. Namun berkat barokah para guru Beliau dan Nasihat KH. Yahdi Mathlab Mojogeneng yang selalu tlaten menghiburnya, Beliau tetap sabar dan Ruhul jihadnya pun menjadi bergejolak kembali, apalagi Beliau selalu diingatkan oleh cita-cita luhur sang Romo untuk mendirikan pesantren.
Akhirnya, pesantren di bawah kepengasuhan Beliau ini memperbarui dan mengembangkan diri sampai seperti yang terlihat sekarang. Allohumma irdlo wa baarik wa irham 'ala hadza ribaath wa man intasaba ilaih. Amiiin.
SAKHOWAH:
 Hadrotussyaikh mendirikan masjid dan madrasah tidak minta sumbangan financial dari orang lain meski masih ada sebagian masyarakat dan murid yang memberikan sumbangsihnya tapi jumlahnya tidak banyak.
 Para murid thoriqoh yang menginap diberi sarapan pagi setiap hari Selasa dan Jum'at.
 Dan beliau terkenal sangat dermawan.
KAROMAH:
 Sewaktu Beliau masih di Curahmalang pernah ada Jin menawarkan jasa kepada Beliau, karena kekuatan niatnya untuk Ibadah kepada Alloh semata, Beliau tidak tergoda dengan tawaran tersebut. Kutipan dialog beliau dengan bangsa Jin adalah; Opo kuwe kepingin iso mabur…? Mandi…? Sakti…? Kemudian Beliau menyanggahnya dengan jawaban; Ora, Aku mung kepingin golek Ridlone Gusti.
 Waktu Beliau bermukim di desa Graji, pernah suatu ketika Beliau bermujahadah sambil duduk di atas buah kunyit, maka kunyit itu berubah menjadi emas.
 Menurut Nyai Yaumi, setiap malam waktu sahur terdapat suara petir yang membuat tidur Hadrotussyaikh terjaga untuk sholat Tahajjud.
 Beberapa sumber menceritakan, Beliau sering menyeberangi sungai Pikatan yang waktu itu sedang banjir besar.
 Dikisahkan suatu ketika Hadrotussyaikh bermunajat, terpancar bias teja (cahaya) yang keluar dari tubuhnya sehingga pancaran cahaya itu terlihat dari arah atas beliau bermunajat.
 Mbah Sahlan Krian dan Mbah Mukrim Prambon pernah ngendikan yang bentuk kata dan ma'nanya sama; "Ndik Mojokerto kedul ono Macane Agomo". (yang dimaksud adalah Hadrotussyaikh Mbah Kyai Istadz Djanawi).
Perkawinan Beliau dengan Mbah Nyai Yaumi dikaruniai 12 putra putri yang semuannya tertulis sesuai urutan kelahirannya di bawah ini;
1. Haidlor Ali (wafat masih kecil),
2. Sulaiman Afandi,
3. Khoirul Anam,
4. Riyadlul Badi'ah,
5. Muhajir,
6. Zainah (wafat masih kecil),
7. Mubayanah,
8. Musyarrofah,
9. Baidlowi (wafat masih kecil),
10. Ahmad Syamsuddin,
11. Isra'il (wafat masih kecil),
12. Nur Roihanah.

MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 2

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 4

3. MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU 2

Maha suci Alloh……. TakdirNya telah menunjukkan Rohman-RohimNya.Mbah Nyai Wati'ah yang maksudnya bercanda dalam "ngunduh mantu sementara" berubah menjadi menantu sebetulnya bahkan untuk selamanya.
Setelah menjadi bagian masyarakat dusun Tawar yang waktu itu masih abangan, Istadz Djanawi tergugah Ruhul Jihadnya (semangat juangnya) untuk menyiarkan Islam seperti yang dicita-citakan, namun Beliau tidak tergesa-gesa untuk merealisasikan keinginannya itu, Beliau lebih memilih mengikuti alur kebiasaan masyarakat dan tidak memperkenalkan ke Kiyaiannya, bahkan masyarakat Tawar dan sekitarnya lebih mengenal Istadz Djanawi dari aktifitas sehari-hari sebagai seorang makelar sambil sesekali menuangkan mutiara Da'wahnya. Hingga pada akhirnya para sahabat Beliau bisa merasakan kesejukan tetesan kalamnya. Begitu pula tidak jarang dawuh-dawuhnya laksana sabdo pandito ratu karena yang didawuhkan menjadi nyata dengan izin Alloh, sehingga menambah kekaguman para sahabatnya dan pada akhirnya mereka nyantri kepada Beliau. (Allohumma ighfir lah)
Baru setelah sekitar 28 tahun berbaur dengan masyarakat Tawar dan sekitarnya, Beliau mengijazahkan thoriqoh yang diamanahkan Sang Guru kepada Beliau. Tepatnya pada tahun 1947 Beliau pertama kali membai'atkan thoriqoh NAQSYABANDIYAH KHOLIDIYAH MUJADDADIYAH, dan pada tahun itu pula Beliau mendirikan Madrasah Diniyah (sekarang menjadi YPM Miftahul Qulub) yang mana sebelumnya Beliau telah menyiapkan kader-kader yang akan ditugaskan mengelola madrasah tersebut. Persiapan itu berupa menyekolahkan adik iparnya: Ahmad Ma'ina (kiyai Ahmad) dan salah satu muridnya yang bernama Imam Syafi'i (Mudin Klagen) dan Sulaiman Afandi (putra kedua Beliau) ke desa Jatirejo yang waktu itu sudah ada sekolah rakyat NU (sekarang menjadi Madrasah Ibtida'iyah Jatirejo) yang diprakarsai oleh H. Idris dan diasuh oleh Mbah Yai Imam Bahri Mas'ud sebelum Beliau mendirikan pesantren di Sawahan Mojosari.
Atas Ridlo dan Inayah Alloh perjuangan yang Beliau rintis berjalan tertib dan sangat cepat perkembangannya, namun belum sampai memanen apa yang telah Beliau tanam, ibarat mengentaskan kebodohan masyarakat dalam beragama yang waktu itu masih abangan, kejawen, dan kepercayaan-kepercayaan lain yang merusak keimanan terhadap ke Esa'an Alloh, Beliau dipanggil kepangkuan Sang Pencipta untuk selamanya, tepatnya Ba'da Isya' malam Jum'at Kliwon tanggal 05 Jumadal Ula 1379 H atau 05 Nopember 1959 M (Allohumma ighfir lahu warhamhu wa 'Afihi wa'fu 'anhu). Sementara itu, Beliau belum pernah melantik seorang guru mursyid walau dari kalangan putra-putranya sekalipun.
Sebetulnya, Hadrotussyaikh juga ingin membangun pesantren tapi bagaimanapun juga Beliau adalah manusia biasa yang lebih dahulu bertemu sang ajal sebelum berjumpa dengan apa yang Beliau cita-citakan. Tapi cita-cita itu akhirnya terwujud juga, pada tahun 1963 M adalah H Abdul Syukur (murid Hadrotussyaikh dan kepala dusun waktu itu) menggerakkan masyarakat untuk membangun pesantren sebagai realisasi dari cita-cita sang guru dan untuk menyambut Gus Syamsuddin (putra kesepuluh Hadrotussyaikh) jika kelak pulang dari pengembaraannya diberbagai pesantren. Saat itu pesantren yang dibangun adalah dua kamar gedhek (anyaman bambu) dan santrinya adalah para pemuda dusun Tawar sendiri yang ndodok (sore datang pagi pulang) karena waktu itu belum ada satupun santri yang mondok (menetap). Sedangkan pengasuhnya banyak sekali dan datang silih berganti karena mengasuh sebuah pesantren sangat sulit, lebih-lebih bagi orang yang tidak lama berpengalaman merasakan pahit getirnya nyantri dipesantren.
Kader-kader yang pernah memimpin pesantren Ndodok tersebut adalah:

1. Kyai Ahmad Ma'ina,
2. KH. Sulaiman Afandi,
3. Kyai Uzair,
4. Kyai Muhajir,
5. KH. Ahmad Salam,
6. Kyai Abdul Salam,
7. Kyai Khothib Afandi,
8. Dan Lain-Lain.
Selanjutnya ==>

MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 3

3. MENINGGALKAN RUMAH DEMI ILMU

Seiring dengan berjalannya waktu, Istad berkembang selayaknya anak manusia yang lain sehingga menjadi remaja, sementara itu Istad muda merasa ilmu yang Beliau dapatkan dari para gurunya belum cukup untuk menghilangkan dahaganya akan ilmu, sehingga ia merasa perlu meninggalkan keluarga untuk nyantri dan ngangsu kaweruh kepada Ulama-ulama besar waktu itu. Kemudian dengan tekad bulat dan cita-cita luhur beliau menghadap ayah dan bundanya untuk minta izin dan do'a restu akan kepergiannya mengarungi samudra ilmu.
Berlinang air mata kedua orang tua beliau melepas kepergian buah hati yang menjadi tumpuhan harapan keluarga. Berat rasanya Bpk Djanawi untuk melepas putranya tetapi demi kemajuan dan kebaikan putranya beliau mengizinkan dan merestuinya.
Dengan hati yang sangat berat akhirnya Istad muda meninggalkan rumah dan terpisah dari keluarga tercinta. Tujuan utama beliau adalah pesantren Kyai Imam Bahri Mangunsari Nganjuk. Dipesantren ini beliau ditempa dengan berbagai ilmu agama. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan beliu belajar sehingga dalam waktu singkat beliau mampu menyerap semua pelajaran yang diberikan.
Kyai Kholil Bangkalan Madura.
Berkat disiplin ilmu yang didapat dari para guru tersebut, Istad muda sangat tekun dan gemar melakukan riyadloh, mujahadah, kholwah, dan lain sejenisnya sebagai upaya untuk mengendalikan bisikan bisikan nafsu Beliau.
Dikisahkan oleh beberapa sumber, ketika masih remaja Beliau pernah thirakat hanya dengan memakan buah mengkudu lebih kurang selama tiga tahun di makam Bethek Mojoagung sebelum pada akhirnya Beliau menemukan seorang guru lagi.
Kemudian Beliau merasa perlu mencari guru lagi yang mampu memahami tersebutlah seorang guru besar thoriqoh NAQSYABANDIYAH KHOLIDIYAH MUJADDADIYAH yang bernama Syeikh Umar atau lebih terkenal dengan sebutan Mbah SRI Curahmalang Jombang yang mana Beliau mengabdikan dirinya kepada sang guru tersebut untuk beberapa tahun.
Dalam upaya membersihkan jiwa dari syahwah syaithoniyah sehingga mempunyai jiwa bersih yang mardliyah, Beliau sering mendapatkan dirinya sudah masuk ke dalam alam bawah sadar, diantaranya Beliau mendapatkan Ilham dari sang pencipta "Supaya berjalan ke arah timur". Setelah mempersiapkan perbekalan secukupnya, Istadz Djanawi menapakkan kakinya untuk berkelana menyusuri jejak-jejak Ilham yang Beliau dapatkan, namun sesampainya Beliau di dekat rel kereta pengangkut tebu desa Mlaten Mojosari, Beliau tidak dapat melanjutkan pengembaraan karena kondisi fisik Beliau sangat lemah dan akhirnya pingsan, kemudian ditolong oleh salah satu penduduk desa tersebut yang bernama Bpk Sabar yang juga sudi merawat sampai kondisi fisik Beliau pulih kembali. Kemudian di sana Istadz Djanawi mendapat Ilham lagi untuk berpindah ke desa Graji (wilayah Dlanggu Mojokerto). Dan setelah beberapa bulan lamanya bermukim di masjid desa Graji, Beliau mendapatkan "Isyaroh" untuk pergi ke desa Tawar.
Begitu tiba di desa Tawar, yakni sekitar tahun 1919 M, Istadz Djanawi langsung menuju ke sebuah Surau peninggalan Kiyai Imam Burhan (waktu itu sudah wafat), kemudian ketika Mbah Nyai Wati'ah (janda kiyai Imam Burhan) mengetahui bahwa perjaka tua Istadz Djanawi yang berada di suraunya itu mampu ngimami (menjadi imam sholat), maka Beliau bercanda untuk menjadikannya menantu sementara (hanya dalam bulan Romadlon) untuk ngimami sholat Tarowih di surau tersebut dan akhirnya dinikahkan dengan putri Beliau yang bernama Fathimah Jayun Yaumi (yang waktu itu bersetatus janda kembang).
Selanjutnya ==>

MUTIARA DARI KERTOSONO

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 2

2. MUTIARA DARI KERTOSONO

Sekitar pada tahun 1870 M di desa Mbothe kota Kertosono, nganjuk ada sebuah keluarga petani sederhana yang ta'at dan sangat memperhatikan perkembangan keagamaan anak-anaknya. Adalah pasangan muda bpk Djanawi dan ibu Marsiyem. Kebahagiaan menaungi pasangan ini karena Alloh memberi anugerah kehamilan yang kedua kalinya kepada mereka sebagai buah dari jalinan tali kasih mereka. Mereka mempunyai harapan besar, agar bayi yang sekarang didalam kandungan kelak menjadi seorang putra yang sholih yang mampu menjunjung tinggi bendera islam.
Harapan keluarga itu luhur, tulus dan suci sehingga dikabulkan oleh Alloh SWT. Karunia itu ditandai dengan kelahiran anak kedua mereka yang diidam-idamkan, dia adalah bayi laki-laki yang diberi nama Istad. Kebahagiaan keluarga itu semakin lengkap ketika mereka melihat Istad kecil tumbuh berkembang sebagai anak yang patuh kepada kedua orang tua dan tekun mempelajari ilmu agama dari para tokoh agama didesanya.
Selanjutnya ==>

MUQODDIMAH

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under |


MBAH YAI ISTADZ DJANAWI

1873-1959 M/1290-1379 H
TAWAR GONDANG MOJOKERTO

BAGIAN 1

1. MUQODDIMAH

Ketika dunia mengalami pergeseran masa, dimana setiap sendi kehidupan manusia telah mengalami perubahan yang signifikan. Harta benda, kekuasaan dan syahwat menjadi pujaan. Setiap nafas tidak lepas dari dosa dan kemaksiatan. Zaman kebebasan telah menciptakan momok yang sangat menakutkan, sehingga manusia lalai akan penciptanya Allah SWT. Kehidupan duniawi telah membutakan hati, era globalisasi telah menyeret manusia untuk menyuburkan kemaksiatan dan mengabaikan nilai nilai luhur islam. Halal dan haram tinggal nama belaka sedangkan eksistensi dan esensinya terkubur sangat dalam ditelan budaya zaman yang penuh dengan manusia manusia tamak akan kenikmatan dunia. Akhirnya krisis moral dan mental merebak disetiap lapisan kehidupan.
Menghadapi problematika yang komplek seperti ini, maka masyarakat memerlukan seorang tokoh atau figur yang pandai mengambil peranan dan merehabilitasi peradapan agar selalu berjalan diatas rel-rel islamiyah yang sesuai dengan ajaran Rosululloh SAW yang berlandaskan Al Qur'an dan Al Hadist.
Mengingat betapa pentingnya sosok/figur ditengah masyarakat kita, maka kami persembahkan biografi (riwayat hidup) seorang ulama' besar yang merupakan penggagas kemajuan islam di desa Tawar dan sekitarnya, bahkan Beliau adalah perintis YPM NU MIFTAHUL QULUB dan thoriqoh NAQSYABANDIYAH KHOLIDIYAH MUJADDADIYAH Tawar.
Dengan harapan semoga dapat menjadi suritauladan bagi masyarakat pada umumnya dan bagi kita para santri sebagai generasi penerus panji-panji kebesaran islam dimuka bumi.
Selanjutnya ==>

DAFTAR NAMA ALUMNI

Posted by Admin Kamis, Juni 02, 2011, under | No comments